Aktivitas kerja saat ini tidak lepas dari penggunaan platform digital untuk berbagi informasi. Hal ini memang memudahkan pekerjaan, tetapi juga membuka celah bagi pelaku kejahatan siber (cyber crime) untuk mencari korban.
Salah satu metode yang paling sering digunakan dalam kejahatan di dunia maya adalah phishing, yaitu upaya menjebak agar korban memberikan data penting seperti password, kode OTP (One-Time Password), atau informasi perusahaan.
Lantas, apa itu phishing dan bagaimana ciri-cirinya? Simak penjelasan berikut ini agar keamanan data perusahaan Anda tetap terjaga!
Apa Itu Phishing?
Serangan phishing adalah bentuk penipuan digital yang dilakukan dengan cara menyamar sebagai pihak tepercaya untuk mencuri informasi penting, seperti password, data keuangan, atau akses sistem perusahaan.
Biasanya pelaku menggunakan email, pesan singkat, atau website palsu yang tampak meyakinkan. Serangan ini bisa berdampak langsung pada operasional, reputasi, bahkan kerugian finansial yang tidak sedikit.
Banyak kasus kebocoran data perusahaan bermula dari satu akun karyawan yang berhasil diretas melalui phishing. Salah satu bahaya phishing attack adalah pendekatannya yang menargetkan manusia, bukan sistem.
Artinya, sekalipun perusahaan sudah memiliki teknologi keamanan yang cukup baik, celah tetap bisa muncul jika pengguna tidak waspada.
Jenis-Jenis Phishing
Phishing memiliki berbagai bentuk yang terus berkembang mengikuti kebiasaan pengguna dan teknologi yang digunakan perusahaan. Berikut beberapa jenis phishing yang perlu Anda perhatikan:
1. Email Phishing
Jenis yang paling umum yakni email phishing. Dalam hal ini, pelaku mengirim email yang tampak resmi, misalnya dari bank, vendor IT, atau bahkan internal perusahaan. Biasanya berisi permintaan untuk klik tautan atau mengunduh file tertentu.
2. Spear Phishing
Spear phishing merupakan serangan yang lebih terarah. Pelaku biasanya sudah mengetahui informasi dasar tentang target, seperti nama, jabatan, atau aktivitas kerja, sehingga pesan yang dikirim sering kali terasa lebih personal dan meyakinkan.
3. Whaling
Jenis phishing ini menargetkan posisi yang lebih tinggi dalam perusahaan, seperti manajer atau eksekutif. Isi pesannya biasanya berkaitan dengan keputusan penting atau transaksi besar, sehingga korban terdorong untuk segera merespons tanpa berpikir panjang.
4. Smishing (SMS Phishing)
Selain melalui internet (web phishing), serangan phishing bisa juga dilakukan lewat pesan singkat atau aplikasi chat.
Pelaku mengirim pesan yang berisi tautan tertentu dengan alasan mendesak, seperti verifikasi akun atau hadiah. Jika tidak teliti, pesan ini mudah dianggap sebagai informasi resmi.
5. Vishing (Voice Phishing)
Pada jenis phishing ini, pelaku menghubungi korban melalui telepon. Mereka menyamar sebagai pihak resmi, seperti customer service atau tim IT, lalu meminta data penting secara langsung.
6. Clone Phishing
Jenis phishing ini memanfaatkan email yang pernah diterima sebelumnya. Pelaku menyalin email tersebut, lalu mengganti link atau lampirannya dengan versi berbahaya. Karena tampilannya mirip, korban sering tidak menyadari perbedaannya.
Baca juga: Endpoint Protection: Solusi Keamanan untuk Perangkat Bisnis
Ciri-Ciri Phishing yang Harus Diwaspadai
Phishing memiliki beberapa ciri yang bisa diperhatikan agar tidak mudah terjebak, baik melalui email maupun media komunikasi lainnya, yakni:
1. Alamat Pengirim Tidak Wajar
Pesan yang Anda terima mungkin terlihat berasal dari perusahaan berizin resmi, tetapi jika diperhatikan lebih detail, ada perbedaan pada domain atau penulisan alamat pengirim. Contohnya, huruf diubah sedikit agar mirip dengan domain asli.
2. Meminta Tindakan Mendesak
Pesan biasanya menggunakan kata-kata yang membuat panik, seperti permintaan segera atau ancaman bahwa akun akan diblokir jika tidak ditindaklanjuti.
3. Tautan yang Tidak Sesuai
Link yang disertakan tampak mirip dengan website resmi, tetapi memiliki perbedaan kecil yang sering tidak disadari jika tidak dicek dengan teliti.
4. Permintaan Informasi Sensitif
Pesan meminta data penting seperti password, kode OTP, atau informasi keuangan melalui link tertentu, yang seharusnya tidak dilakukan oleh pihak resmi.
5. Lampiran yang Tidak Jelas
File dengan format tertentu bisa saja berisi malware. Jika menerima lampiran yang tidak diharapkan, jangan langsung dibuka karena berpotensi phishing atau ransomware.
6. Gaya Bahasa yang Tidak Konsisten
Terdapat kesalahan penulisan, penggunaan bahasa yang tidak biasa, atau terjemahan otomatis yang tidak natural.
Baca juga: Mengenal DaaS (Device as a Service) & Manfaatnya bagi Bisnis
Tips Pencegahan Phishing di Perusahaan
Perlindungan dari phishing tidak cukup hanya mengandalkan satu sistem. Perusahaan perlu membangun kebiasaan yang teliti, proses kerja yang jelas, dan dukungan teknologi yang tepat. Berikut beberapa tips pencegahan phishing yang bisa dilakukan oleh perusahaan:
1. Mengadakan Pelatihan Kesadaran Keamanan untuk Karyawan
Karyawan merupakan lini pertama dalam menghadapi phishing. Pelatihan yang rutin akan membantu mereka mengenali ciri-ciri phishing, memahami risiko, dan mengetahui langkah yang harus dilakukan jika menemukan hal yang mencurigakan.
2. Menerapkan Kebijakan Keamanan Internal
Perusahaan perlu memiliki aturan yang jelas terkait penggunaan email, akses data, dan pengelolaan informasi sensitif. Misalnya, larangan membagikan password atau kewajiban verifikasi ulang sebelum melakukan transaksi penting.
3. Menggunakan Autentikasi Dua Faktor (2FA)
Lapisan keamanan tambahan ini membuat akses akun tidak hanya bergantung pada password. Dengan 2FA, meskipun password bocor, akun tetap lebih sulit diakses.
4. Melakukan Simulasi Phishing secara Berkala
Simulasi membantu mengukur sejauh mana kesiapan karyawan dalam menghadapi serangan. Dari hasil simulasi, perusahaan bisa mengevaluasi dan meningkatkan strategi keamanan.
5. Memperbarui Sistem dan Software secara Rutin
Update sistem biasanya sudah dilengkapi dengan patch keamanan terbaru. Hal ini penting untuk menutup celah yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku serangan.
6. Menerapkan Endpoint Security
Endpoint security adalah sistem keamanan yang melindungi perangkat pengguna seperti laptop, komputer, atau perangkat mobile yang terhubung ke jaringan perusahaan. Perangkat ini sering menjadi titik masuk utama bagi serangan phishing.
Tanpa perlindungan yang memadai, satu perangkat yang terinfeksi bisa menjadi pintu masuk ke seluruh sistem perusahaan. Oleh karena itu, endpoint security menjadi bagian penting dalam strategi keamanan.
Itulah mengapa Rentalworks menghadirkan layanan Device as a Service (DaaS). Melalui layanan ini, perusahaan tidak hanya mendapatkan perangkat IT, tetapi juga sistem keamanan yang terintegrasi.
Rentalworks menghadirkan perlindungan data secara menyeluruh melalui teknologi seperti Endpoint Protection Platform (EPP), Endpoint Detection and Response (EDR), serta WithSecure™ ECP. Dengan kombinasi ini, potensi ancaman dapat dideteksi lebih cepat dan ditangani sebelum berkembang menjadi masalah besar.
Pendekatan DaaS juga membantu perusahaan mengelola perangkat secara efisien tanpa harus membangun sistem keamanan dari awal. Semua sudah terintegrasi dalam satu layanan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan bisnis.
Tidak hanya itu, DaaS dari Rentalworks juga mendukung bisnis yang berkelanjutan melalui pengurangan limbah elektronik dan mampu mengurangi pengeluaran modal. Jadi, hubungi Rentalworks sekarang dan jadikan sistem keamanan perusahaan Anda lebih terstruktur dengan memanfaatkan layanan DaaS!
Baca juga: Rentalworks: Solusi Sewa Laptop Bulanan untuk Perusahaan
