Skip to content

Fakta Lengkap tentang Keamanan Data, Perusahaan Harus Paham!

keamanan data

Tak diragukan lagi, arus informasi di era digital ini sangatlah cepat dan terhubung secara global. Makin banyak pula perusahaan yang mengadopsi beragam teknologi terbaru secara masif. Bersamaan dengan itu, keamanan data perusahaan perlu menjadi perhatian.

Abai dalam menjaga keamanan data perusahaan bisa menimbulkan dampak yang luas dan sistemik. Untuk menghindari hal ini, pahami pentingnya menjaga keamanan data, jenis-jenis, dan cara menjaganya melalui penjelasan di bawah ini.

Pentingnya Mengoptimalkan Keamanan Data Perusahaan

Keamanan data di era digital krusial untuk diperhatikan. Berikut ini sejumlah alasan pentingnya menjaga keamanan data perusahaan:

1. Menjaga Data Sensitif

Tiap perusahaan tentu memiliki data atau informasi sensitif yang harus benar-benar dijaga, baik yang bersifat teknis, strategis, maupun yang mengandung informasi pribadi. Data sensitif tersebut antara lain:

  • Data kekayaan intelektual: Data terkait ide, proses, atau penemuan perusahaan. Bisa berupa paten, rahasia dagang, dan materi yang mempunyai hak cipta.
  • Data strategis perusahaan: Meliputi rencana bisnis, product roadmap, strategi marketing, hingga dokumen rahasia.
  • Data keuangan: Meliputi catatan pembelian, informasi rekening bank, dan laporan keuangan.
  • Data pelanggan: Mencakup nama, kontak, dan riwayat trannsaksi.
  • Data karyawan: Mencakup nomor identitas, alamat, dokumen kontrak, dan data payroll.
  • Data operasional: Meliputi data SOP, workflow, proses produksi harian, dan data logistik.
  • Ekosistem IT: Terdiri dari website, database, sistem, jaringan, server, dan aplikasi penyimpanan serta pengolahan data. 

Data security yang baik membantu menghindari cybercrime yang berpotensi mengganggu produktivitas perusahaan. Cybercrime mencakup akses tidak sah, pencurian dan eksploitasi data pribadi, serta manipulasi data.

2. Mencegah Kerugian Finansial

Faktanya, keamanan data berhubungan erat dengan aspek finansial. Pasalnya, jika data perusahaan menjadi sasaran cybercrime, perusahaan dapat mengalami kerugian finansial yang cukup signifikan. Kerugian ini timbul dari biaya perbaikan sistem, kompensasi untuk pelanggan terdampak, hingga denda pada regulator.

3. Mempertahankan Reputasi Perusahaan

Reputasi perusahaan adalah aset yang mahal, di mana salah satu cara untuk mempertahankannya adalah dengan menjaga keamanan data.

Jika data disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, kepercayaan pelanggan dan partner bisnis menjadi taruhannya. Pada akhirnya, pelanggan bisa beralih ke kompetitor dan perusahaan berisiko mendapatkan citra negatif di masyarakat.

Jenis-Jenis Keamanan Data

Setelah memahami pentingnya peningkatan keamanan data, sekarang saatnya mengetahui jenis-jenisnya. Berikut ini jenis-jenis keamanan data yang biasa digunakan oleh perusahaan:

1. Autentikasi (Authentication)

Autentikasi merupakan proses verifikasi identitas pengguna untuk mendapatkan akses ke suatu data atau sistem. Caranya adalah mencocokkan kredensial dengan data dalam database sistem.

Jika kredensial valid, akses akan diberikan. Namun, jika tidak valid, akses akan ditolak. Tujuannya untuk memastikan bahwa orang yang mengakses data benar-benar pihak yang sah.

Beberapa contoh kredensial yaitu password, PIN, OTP (One-Time Password), link verifikasi email, pertanyaan keamanan, face recognition, dan sidik jari.

2. Enkripsi (Encryption)

Berbeda dengan autentikasi, enkripsi dilakukan dengan mengubah data menjadi kode yang hanya bisa diakses oleh pihak yang berwenang.

Secara ringkas, enkripsi dimulai dengan mengubah data asli (plaintext) menjadi data acak (ciphertext) melalui algoritma. Selanjutnya, data ini hanya dapat dibuka dengan kunci yang benar. Enkripsi dinilai cukup efektif untuk melindungi data penting saat proses pengiriman dan penyimpanan.

3. Pencadangan dan Pemulihan (Backup and Recovery)

Pencadangan dan pemulihan merupakan jenis data security yang wajib dilakukan oleh perusahaan secara berkala. Metode ini memungkinkan akses dan penggunaan data secara normal meskipun terjadi kegagalan sistem, human error, kerusakan, ataupun kebocoran data.

Backup and recovery bisa dilakukan dengan memanfaatkan drive tape, Hard Disk Drive (HDD), Solid-State Drive (SSD), server cadangan, ataupun cloud.

4. Kontrol Akses (Access Control)

Selanjutnya, perusahaan dapat mengamankan datanya menggunakan akses kontrol. Dengan cara ini, perusahaan bisa membatasi akses, baik fisik maupun digital, yang menuju sistem, jaringan, dan data pentingnya.

Dalam menerapkan access control, umumnya perusahaan menerapkan prinsip least privilege, di mana tidak semua orang yang bisa login otomatis juga bisa mengubah atau menghapus data. Jadi, hak akses diberikan secara spesifik, terbatas, dan sesuai tanggung jawab.

5. Firewall

Firewall merupakan pertahanan utama dalam melawan cybercrime yang membantu melindungi jaringan perusahaan dari serangan luar seperti malware dan pencurian data.

Pengamanan data menggunakan firewall dilakukan dengan memblokir akses mencurigakan yang sudah melalui proses analisis data dan identifikasi aktivitas.

Cara Menjaga Keamanan Data Perusahaan

Berikut ini sejumlah cara menjaga keamanan data yang perlu dilakukan oleh perusahaan:

1. Selalu Memastikan Keamanan Gadget

Untuk memastikan keamanan gadget, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Gunakan software keamanan yang andal sebagai lapisan proteksi pertama di perangkat, seperti antivirus dan antispyware. 
  • Jika ingin membagikan informasi, gunakan aplikasi yang telah mendukung enkripsi data, seperti WhatsApp dan Telegram.
  • Gunakan password yang kuat agar tidak mudah ditebak oleh orang lain.
  • Tekankan pada karyawan untuk tidak mengakses situs berisiko, bahkan mengunduh file dari sana.
  • Tingkatkan kewaspadaan saat menggunakan Wi-Fi publik karena berisiko terkena penyadapan.

2. Identifikasi Ancaman dengan Software Antivirus

Salah satu langkah preventif untuk mencegah ancaman siber adalah dengan memanfaatkan software antivirus. Software ini akan memberikan peringatan dini jika ada ancaman siber yang mengintai sistem perusahaan.

Namun, pemilihan software antivirus tak boleh sembarangan. Pastikan untuk menggunakan software tepercaya yang diunduh dari website legal.

3. Simpan Data Secara Offline

Umumnya, hacker menargetkan pencurian atau penyalahgunaan data digital yang terhubung ke internet. Maka, cara menjaga keamanan data perusahaan yang bisa dilakukan adalah dengan menyimpan data digital secara offline.

Perusahaan bisa menggunakan media penyimpanan seperti hard disk eksternal, SSD eksternal, atau USB flash drive.

4. Gunakan Layanan Cyber Security

Layanan cyber security adalah layanan yang bertujuan untuk melindungi perangkat dan jaringan komputer dari serangan siber atau akses ilegal. 

Seiring dengan peningkatan aktivitas digital seperti sekarang ini, layanan cyber security dibutuhkan perusahaan untuk menghindari risiko kehilangan informasi, gangguan operasional, dan kebocoran identitas.

Kabar baiknya, Rentalworks menyediakan layanan cyber security berbasis Device-as-a-Service (DaaS). Dengan memanfaatkan DaaS dari Rentalworks, perusahaan akan menerima sejumlah layanan, termasuk keamanan data dari awal hingga akhir. 

Layanan cyber security dari Rentalworks hadir dengan beragam solusi, mulai dari WithSecure, Sophos, Securaze, hingga Absolute. Semuanya melibatkan endpoint protection, device sanitization, advanced threat detection, dan data resilience.

Selain layanan cyber security, Rentalworks juga menyewakan laptop, printer, dan perangkat kantor. Setelah laptop selesai digunakan atau disewa, akan dilakukan penghapusan data sehingga data perusahaan Anda tetap aman.

Dengan memanfaatkan DaaS, perusahaan tak hanya mendapatkan layanan keamanan data secara menyeluruh, tetapi juga membantu mengurangi e-waste (limbah elektronik).

Jadi, tak perlu ragu lagi. Hubungi Rentalworks sekarang untuk mendapatkan solusi IT perusahaan yang dapat diandalkan!

Share This Post

Halo!

Klik di sini dan Anda akan terhubung dengan kami via WhatsApp.