Skip to content

Ransomware: Jenis-Jenis, Dampak, dan Cara Mencegahnya

ransomware adalah

Serangan siber kini bukan lagi isu yang dialami perusahaan besar. Banyak bisnis dari berbagai skala ternyata menjadi target pencurian data penting, mulai dari informasi keuangan, data pelanggan, hingga dokumen internal yang bersifat rahasia.

Salah satu ancaman yang paling sering ditemukan adalah ransomware, yaitu serangan yang dapat menghentikan operasional perusahaan dalam waktu singkat. Ketika sistem tidak dapat diakses, aktivitas bisnis bisa terhenti total.

Risiko ini bukan hanya masalah teknis, tetapi juga berdampak pada keberlanjutan bisnis. Untuk memahami bagaimana ancaman ini bekerja, simak pembahasan mulai dari pengertian ransomware hingga cara mencegahnya berikut ini!

Apa Itu Ransomware?

Ransomware adalah jenis serangan siber yang mengunci data atau sistem komputer. Pelakunya akan meminta tebusan agar akses tersebut dikembalikan. Data yang terkunci biasanya tidak bisa dibuka, disalin, atau dipindahkan.

Dalam beberapa kasus, pelaku juga mengancam akan menyebarkan data perusahaan jika tebusan tidak dibayar. Selain itu, yang membuat ransomware berbahaya bagi perusahaan adalah targetnya bukan hanya server utama.

Dalam hal ini, laptop kerja karyawan sering menjadi pintu masuk awal. Begitu satu perangkat terinfeksi, serangan dapat menyebar ke jaringan internal dan memengaruhi komputer lain. Banyak perusahaan baru menyadari serangan setelah beberapa divisi tidak lagi bisa membuka file kerja.

Ransomware tidak selalu menyerang perusahaan besar. Perusahaan menengah justru sering menjadi sasaran karena dianggap memiliki data penting, tetapi sistem pengelolaannya belum terpusat.

Cara Kerja Ransomware

Serangan ransomware biasanya tidak terjadi secara tiba-tiba. Terdapat tahapan yang perlu dilalui oleh pelaku sampai akhirnya data perusahaan terkunci. Polanya memang berbeda, tetapi umumnya mengikuti alur berikut:

1. Masuk Melalui Email atau File Unduhan

Cara paling umum adalah melalui email yang tampak normal. Karyawan menerima lampiran dokumen atau tautan yang terlihat seperti invoice, kontrak, atau dokumen kerja. Ketika dibuka, file tersebut menjalankan program berbahaya tanpa disadari.

2. Mengambil Akses ke Perangkat

Setelah file dijalankan, malware mulai aktif di perangkat. Pelaku mencoba mendapatkan akses administratif agar dapat mengendalikan sistem. Pada tahap ini, pengguna biasanya belum menyadari apa pun.

3. Menyebar ke Jaringan Internal

Jika perangkat terhubung dengan jaringan kantor, ransomware dapat menyebar ke komputer lain atau server file bersama. Proses ini sering berlangsung diam-diam selama beberapa waktu.

4. Mengenkripsi Data

Tahap berikutnya adalah penguncian data. File kerja, database, hingga sistem aplikasi perusahaan dapat terenkripsi. Setelah itu, muncul notifikasi bahwa data tidak bisa diakses.

5. Permintaan Tebusan

Pelaku kemudian menampilkan pesan berisi permintaan pembayaran, biasanya dalam bentuk mata uang digital. Tanpa kunci dari pelaku, data tidak bisa dibuka kembali.

Jenis-Jenis Ransomware

Ransomware memiliki beberapa jenis dengan karakteristik berbeda. Berikut jenis-jenis serangan ransomware yang perlu diperhatikan oleh perusahaan.

1. Crypto Ransomware

Jenis ini mengenkripsi file penting seperti dokumen, database, dan arsip kerja. Pada serangan ini, sistem masih menyala, tetapi file tidak dapat dibuka.

2. Locker Ransomware

Locker ransomware dapat mengunci seluruh sistem komputer. Pengguna bahkan tidak bisa masuk ke desktop atau menjalankan aplikasi.

3. Double Extortion Ransomware

Selain mengunci data, pelaku juga menyalin data perusahaan. Jika tebusan tidak dibayar, data tersebut akan dipublikasikan.

4. Ransomware as a Service (RaaS)

RaaS adalah model layanan bagi pelaku kejahatan. Dengan demikian, pelaku tidak perlu melalui proses pembuatan malware sendiri karena sudah tersedia paket siap pakai.

Dampak Ransomware

Dampak ransomware tidak hanya sebatas kehilangan akses data. Bagi perusahaan, konsekuensinya tentu jauh lebih luas dan kompleks. Berikut berbagai dampak ransomware terhadap sebuah bisnis:

 1. Operasional Berhenti

Ketika operasional berhenti, berbagai divisi tidak dapat mengakses berbagai dokumen, mulai dari file kerja, sistem akuntansi, hingga database pelanggan. Akibatnya, aktivitas perusahaan bisa berhenti total.

2. Kerugian Finansial

Kerugian finansial ini muncul akibat downtime operasional, pemulihan sistem, hingga potensi kehilangan klien.

3. Kehilangan Data Penting

Jika tidak ada cadangan, perusahaan tentu akan kehilangan berbagai data proyek, kontrak, atau catatan transaksi.

4. Kehilangan Kepercayaan Klien

Jika data pelanggan ikut terdampak, reputasi perusahaan bisa menurun. Klien mungkin meragukan kemampuan perusahaan dalam menjaga keamanan informasi.

5. Tekanan Internal

Tim internal harus bekerja dengan darurat untuk memulihkan sistem. Hal ini tentu membuat produktivitas karyawan menurun karena pekerjaan tertunda.

6. Risiko Hukum dan Regulasi

Beberapa sektor memiliki regulasi ketat terkait perlindungan data. Kebocoran data dapat berujung pada sanksi hukum atau denda administratif.

Cara Mencegah Ransomware

Pencegahan ransomware bukan hanya memasang antivirus, melainkan juga perlu pengelolaan perangkat kerja yang terstruktur. Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan perusahaan untuk meminimalkan risiko serangan ransomware:

1. Rutin Melakukan Update Sistem

Pastikan seluruh perangkat dan aplikasi menggunakan versi terbaru. Celah keamanan yang terpasang dengan baik dapat menutup celah yang sering dimanfaatkan pelaku.

2. Edukasi Karyawan

Sebagian besar serangan dimulai dari human error. Pelatihan rutin tentang keamanan siber dapat membantu karyawan mengenali email atau tautan mencurigakan.

3. Gunakan Sistem Backup Berkala

Perusahaan perlu melakukan backup data secara teratur dan menyimpannya di lokasi terpisah. Dengan cadangan yang aman, perusahaan tidak perlu bergantung pada pembayaran tebusan.

4. Batasi Akses Pengguna

Tidak semua karyawan perlu memiliki akses ke seluruh data perusahaan. Pembatasan akses dapat mengurangi risiko penyebaran serangan.

5. Gunakan Solusi Keamanan yang Komprehensif

Perlindungan dasar saja tentu belum cukup untuk menjaga keamanan data. Perusahaan memerlukan sistem keamanan yang mampu mendeteksi, merespons, dan menginvestigasi ancaman secara cepat.

Hindari Serangan Ransomware Melalui Layanan DaaS Rentalworks

Serangan ransomware sering terjadi karena perangkat kerja tidak dikelola secara terpusat. Itulah mengapa Rentalworks menghadirkan layanan Device as a Service (DaaS) untuk membantu perusahaan melalui layanan teknis yang andal dan pembaruan perangkat maupun software demi menunjang kinerja secara optimal.

Pengelolaan perangkat Daas Rentalworks menawarkan keamanan data secara menyeluruh dengan Endpoint Protection Platform (EPP), Endpoint Detection and Response (EDR), serta WithSecure™ ECP.

Selain pencegahan malware, Rentalworks juga menawarkan deteksi dan respons terhadap ancaman, sehingga aktivitas mencurigakan dapat segera diidentifikasi sebelum berdampak pada operasional perusahaan.

Melalui layanan DaaS dari Rentalworks, risiko ransomware dapat ditekan dan keberlanjutan bisnis pun dapat diwujudkan tanpa harus menambah e-waste lewat pembelian perangkat baru. Jadi, hubungi Rentalworks sekarang untuk keberlanjutan bisnis dan lingkungan yang lebih baik!

Share This Post

Halo!

Klik di sini dan Anda akan terhubung dengan kami via WhatsApp.