Kapasitas dan jenis storage menjadi salah satu faktor penting untuk dipertimbangkan ketika memilih laptop. Storage laptop adalah ruang penyimpanan internal di dalam laptop. Hampir seluruh isi laptop, baik sistem operasional, aplikasi, dan file seperti foto dan dokumen tersimpan di storage ini.
Storage laptop dihitung menggunakan satuan GB (gigabyte) atau TB (terabyte). Kapasitas storage bervariasi mulai dari 64 GB hingga 1 TB. Ingin tahu lebih lanjut tentang apa itu storage laptop dan apa saja jenis-jenisnya? Yuk, simak artikel di bawah ini!
Apa Itu Storage Laptop?
Storage adalah komponen hardware yang berfungsi untuk menyimpan berbagai data di dalam laptop. Berbeda dengan RAM yang menyimpan data hanya sementara selama laptop menyala, storage menyimpan data meskipun laptop dalam keadaan mati.
Storage laptop berfungsi sebagai tempat penyimpanan permanen seluruh data digital. Sistem operasi (OS) adalah salah satu file utama yang disimpan di storage, karena tanpa adanya OS, laptop tidak dapat digunakan.
Storage laptop juga berperan untuk menyimpan semua program yang terpasang, misalnya Google Chrome, Microsoft Word, dan Adobe Photoshop. Semua file instalasi dan file-file yang dibuat menggunakan program tersebut akan disimpan dan mengurangi kapasitas ruang storage.
Selain sebagai penyimpanan utama, storage laptop juga berfungsi menyediakan ruang alokasi untuk swap memory. Swap memory artinya memanfaatkan sisa storage sebagai cadangan RAM darurat saat sistem mengalami lonjakan beban kerja, sehingga risiko system crash dapat diminimalkan.
Baca juga: 5 Laptop Untuk Desain Grafis Terbaik, Spesifikasi & Harganya!
Jenis-Jenis Storage Laptop
Jenis storage laptop yang umum diketahui adalah HDD dan SSD. Namun, selain kedua jenis tersebut, terdapat beberapa jenis lain dengan spesifikasi berbeda yang turut memengaruhi performa laptop. Simak perbedaan dan spesifikasinya dalam penjelasan berikut.
1. Hard Disk Drive (HDD)
Sesuai dengan namanya, hard disk drive menggunakan sistem mekanis antara piringan (disk) dan kepala baca/tulis (read/write head) untuk mengakses data. HDD merupakan jenis storage paling umum digunakan.
Kelebihan HDD adalah harganya yang relatif terjangkau dengan kapasitas penyimpanan yang besar. Namun, dibandingkan jenis storage lainnya, HDD cenderung lebih lambat akibat dari sistem mekanisnya.
2. Solid State Drive (SSD)
Apa itu storage laptop SSD? SSD adalah media penyimpanan yang berbasis chip elektronik. Karena tidak menggunakan sistem mekanis, SSD tidak menimbulkan suara saat bekerja dan tidak terpengaruh guncangan.
Laptop-laptop keluaran terbaru kini umumnya menggunakan SSD sebagai storage utama. Kemampuan baca dan tulisnya yang tinggi membuat proses loading sistem dan aplikasi menjadi lebih singkat.
Jenis storage ini cocok untuk penggunaan berat di berbagai bidang seperti server yang membutuhkan kemampuan melayani banyak request dari user di waktu yang bersamaan. Selain itu, SSD juga biasanya dipilih untuk laptop gaming karena mampu menyajikan gameplay yang smooth.
Tak sedikit orang yang belum memahami perbedaan HDD dan SSD. Perbedaan yang paling utama adalah cara kerjanya. HDD membaca dan menulis data dengan disk yang berputar, sedangkan SSD menggunakan sistem digital yaitu chip penyimpan data.
3. eMMC (Embedded MultiMediaCard)
eMMC (Embedded MultiMediaCard) adalah jenis storage berbasis flash memory yang dikemas bersama kontrolernya dalam satu chip, kemudian tertanam permanen di dalam motherboard laptop.
eMMC memiliki kapasitas yang sangat terbatas, yakni sekitar 64-128 GB, dan sering digunakan pada laptop entry-level dengan harga terjangkau. Selain performnya yang cenderung lambat, jenis storage ini juga ditanam langsung pada motherboard sehingga tidak bisa di-upgrade.
4. NVMe SSD
NVMe SSD adalah jenis storage laptop paling kencang yang ada saat ini. Non-Volatile Memory Express (NVMe) menggunakan teknologi Peripheral Component Interconnect Express (PCIe) yang terhubung langsung ke CPU.
Karena langsung terhubung, kecepatan transfer datanya jauh lebih tinggi dibandingkan jenis storage lainnya, yakni bisa mencapai ribuan MB per detik tergantung generasi PCIe yang digunakan.
5. Hybrid Drive (SSHD)
SSHD adalah kombinasi antara HDD dan SSD yang mampu memberikan kecepatan transfer data yang tinggi dengan kapasitas penyimpanan yang besar, mulai dari 250 GB sampai dengan 14 TB.
SSHD secara otomatis dapat memetakan file serta aplikasi yang paling sering digunakan ke dalam komponen SSD agar proses loading berjalan lebih cepat. Teknologi ini membuat SSHD cocok untuk pengguna yang membutuhkan kapasitas penyimpanan besar dengan harga lebih terjangkau dibanding SSD, namun tetap menginginkan performa yang lebih responsif dibanding HDD biasa.
6. Storage Eksternal
Menggunakan storage eksternal merupakan salah satu cara menambah storage laptop. Opsi ini menawarkan ruang penyimpanan data yang terpisah dari sistem utama, sehingga memudahkan untuk mengakses data di berbagai perangkat berbeda.
Pilihan storage eksternal untuk laptop saat ini mencakup SSD dan HDD eksternal, USB flash drive (flashdisk), dan SD card (kartu memori). Setiap jenisnya memiliki kelebihan tersendiri, sehingga pemilihannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari backup data, portabilitas, hingga kecepatan transfer.
Apakah Storage Laptop Memengaruhi Performa Laptop?
Storage tentu memengaruhi performa laptop. Pengaruh paling signifikan dari storage terhadap performa laptop adalah saat booting. Laptop yang menggunakan HDD umumnya membutuhkan waktu booting selama 1-2 menit, sedangkan laptop dengan SSD hanya membutuhkan hitungan detik.
Selain mempercepat proses booting, pemilihan jenis dan kualitas storage yang tepat sangat krusial dalam memaksimalkan performa laptop. Storage yang mumpuni dapat mempercepat transfer dan meminimalkan potensi data corrupt.
Performa maksimal dapat diperoleh dengan menyesuaikan jenis dan spesifikasi storage dengan kebutuhan penggunaan laptop. Misalnya, untuk aktivitas gaming dan editing, disarankan menggunakan SSD untuk mendukung proses render data masif dalam waktu singkat. Namun, jika memprioritaskan performa yang optimal, maka NVMe SSD bisa menjadi pilihan terbaik.
Baca juga: Cara Mengatasi Laptop Blue Screen dan Tips Untuk Mencegahnya
Sewa Laptop dengan Storage Berkapasitas Besar di Rentalworks
Untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan, pembelian unit laptop baru bukanlah satu-satunya opsi. Opsi sewa laptop dapat menjadi solusi tepat yang menawarkan unit laptop dengan spesifikasi terbaik dan performa kencang tanpa membengkakkan kas perusahaan.
Melalui layanan Device as a Service (DaaS), Rentalworks menawarkan solusi pengadaan perangkat yang lebih terintegrasi. Rentalworks menyediakan sebuah ekosistem menyeluruh yang memfasilitasi pengelolaan, pemeliharaan berkala, dan pengaturan teknis perangkat.
Rentalworks menyediakan berbagai laptop berperforma tinggi yang didukung oleh storage SSD untuk memastikan produktivitas perusahaan berjalan optimal. Salah satu unit laptop dengan SSD yang siap menunjang performa pekerjaan perusahaan Anda adalah Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 12.
Dengan layanan DaaS Rentalworks, perusahaan Anda akan mendapat dukungan tech support, penyediaan unit pengganti sementara jika terjadi kendala teknis, serta integrasi Microsoft 365, dan keamanan data terjamin karena data akan dihapus setelah layanan berakhir.
Memilih sewa unit laptop di Rentalworks dibandingkan dengan melakukan pembelian unit baru merupakan langkah positif perusahaan dalam menerapkan prinsip bisnis berkelanjutan.
Artinya, perusahaan Anda berkontribusi pada gerakan eco-empowerment dengan mengurangi limbah elektronik (e-waste) akibat siklus pembelian dan pergantian perangkat dengan intensitas tinggi.
Melalui layanan DaaS yang berbasis ekonomi sirkular, Rentalworks berkomitmen mendukung pengelolaan siklus hidup perangkat, dengan pemeliharaan optimal, pemanfaatan ulang perangkat, dan mekanisme daur ulang.
Optimalkan produktivitas bisnis Anda dengan layanan DaaS Rentalworks. Hubungi kami sekarang untuk konsultasi kebutuhan IT Anda!
Baca juga: Apa Itu Phishing? Kenali Jenis, Ciri, dan Tips Mencegahnya
